masih kuingat sampai saat ini ….
Kapan semuanya dimulai … membentuk suatu sosok dalam diriku
Sebuah jiwa … jiwa lelaki tersesat ….
Semuanya dari suatu yang takut - takut hingga biasanya dan tak terasa itu dosa
semuanya menumpuk hingga kehampaan pun terbentuk
Kaya tapi terasa miskin
Kenyang tapi terasa lapar
Luas tapi merasa sempit
Tampak bahagia tapi aslinya sedih
Sudah saatnya untuk kembali
Tidak menyesali hal laknat yang tadi - tadi
Memaafkan diri sendiri yang begitu sulitnya
Memaafkan diri sendiri yang begitu sulitnya
Memaafkan diri sendiri yang begitu sulitnya
Sudah jadi jiwa tak bersyukur
sudah kehilangan takut akan Tuhankah?
jiwa masih mau sholat …. tapi tak terasa getarannya
padahal dulu terasa nikmatnya
Jiwa sudah kosong …..
jiwa terpaut harta
jiwa terpaut wanita
jiwa terpaut ambisi
alhasil
jiwa terkikis dalam perulangan berhari hari
berminggu -minggu dan tak terasa sudah tahunan kurasa
sebuah siklus pembawa kehampaan
sebuah siklus yang membuat ada rasa tak berguna
Hingga tanya hinggap di Jiwa
jiwa apa yang telah kamu lakukan?
jiwa kamu ingin apa ?
Jiwa, kamu sungguh tidak ingin melakukan ini?
Sungguh jiwa …..
atau kamu akan dilupakan sebagai manusia
dan ntah rasanya kamu akan dilupakan Tuhan
Astagfirulloh …………………………………..